Donatur Masjid Cheng Hoo Surabaya Sumbang 800 Juta Rupiah Untuk Korban Gempa Palu dan Sapudi Sumenep Madura
Hanya dalam waktu 2 Minggu, Pengurus Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI) dan PITI Jatim berhasil mengumpulkan 800 Juta Rupiah dari uluran tangan para donatur Masjid Cheng Hoo yang lantas diserahkan ke Kodam V Brawijaya untuk diteruskan kepada masyarakat korban gempa tsunami di Palu Sigi Donggala sebesar 600 Juta Rupiah dan 200 Juta Rupiah untuk korban gempa di Pulau Sapudi Sumenep Madura. Hal itu disampaikan Ketua PITI Jatim Haryanto Satryo dalam peringatan HUT Masjid Cheng Hoo ke-16 pada 13 Oktober kemarin.
Sebanyak seribu tamu undangan hadir dalam perayaan HUT Masjid Cheng Hoo, selain para pengurus, diantarnya perwakilan pemerintah, pejabat TNI Polri, Indah Kurnia anggota DPR RI komisi XI, Puti Guntur Soekarno, Gu Jingqi Konjen RRT di Surabaya, Konjen Amerika, Konjen Australia, Konjen Jepang, para ulama NU Muhammadiyah, para rektor dan tokoh masyarakat Tionghoa.
Masih dalam keterangan Haryanto Satrio pada Agustus 2019 mendatang, YHMCHI – PITI Jatim akan menjadi tuan rumah Simposium Zheng He Peace International ke-5 merupakan forum menciptakan komunikasi masyarakat Tionghoa dengan dunia Islam. Simposium diselenggarakan oleh YHMCHI PITI Jatim, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Universitas Muhammadiyah, Masjid Cheng Hoo Banyuwangi, Universitas Machung Malang dan PW Nahdatul Ulama.
YHMCHI – PITI Jatim telah meresmikan makam muslim Tionghoa Cheng Hoo – PITI Jatim di Sukorejo seluas 2500 mt2 pada 13 Oktober 2018 kemarin. Makam tersebut diprakarsai Bambang Sujanto yang juga pendiri Masjid Cheng Hoo Surabaya. Makam tersebut disediakan untuk warga Tionghoa yang meninggal dan tidak perlu lagi susah mencari tanah makam.
Pada 28 Oktober mendatang Presiden RI Joko Widodo akan meresmikan kemitraan Pemberdayaan Perekonomian Cheng Hoo dengan Pondok Pesantren Al Amien Perinduan Sumenep yang dirintis 2018 juga bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan Nasional diantaranya; Trekker, PT Bogasari, PT Lintas Utama Global dan PT Matahari Sakti. Kemitraan memberikan pendidikan kepada para santri di bidang usaha bakery, kopi, susu kedai, sepatu, sandal, ternak sapi potong dan budi daya ikan dan udang.
YHMCHI – PITI Jatim juga mengadakan pelatihan Akupresure kepada masyarakat umum dan menerbitkan buku Akupresure dengan bahasa Braille untuk tuna netra bekerjasama dengan Yayasan Pendidikan Anak Anak Buta (YPAB) diketai Prof. Soedarso dan Guru Besar Universitas Airlangga Surabaya, Prof Tatang.
Masih program YHMCHI – PITI Jatim menyelenggarakan pemberangkatan Umroh untuk masyarakat dengan pembayaran dicicil. “Berangkat dulu, bayarnya dicicil setelah pulang dari tanah suci. Kegiatan ini kerjasama YHMCHI PITI Jatim dengan PT Bangun Wisata,” jelas Haryanto Satryo. Dan program YHMCHI PITI Jatim selanjutnya adalah merenovasi gedung serba guna menjadi 8 tingkat sebagai sarana pendidikan dari Kelompok Bermain, TK, SD, dan SMP dengan pengajaran 4 bahasa.
Konjen RRT di Surabaya pada kesempatan itu memuji kerja keras pengurus YHMCHI dan PITI Jatim dengan mendirikan Masjid Cheng Hoo yang kini berusia 16 tahun. YHMCHI dan PITI Jatim rutin menyelenggarakan kegiatan kemanusiaan dan setiap tahun juga bekerjasama dengan Konjen RRT di Surabaya seperti buka puasa dan santunan anak yatim piatu.
Sementar itu, Sekertaris Daerah Provinsi Jatim Heru Tjahjono memuji keberadaan Masjid Cheng Hoo Surabaya sebagai pelopor yang kini terdapat 18 Masjid Cheng Hoo di seluruh tanah air. “Keberadaan Masjid Cheng Hoo Surabaya merupakan kebanggaan masyarakat, penyambung persaudaraan sesama anak bangsa yang heterogen dan sumber inspirasi,” ujar Heru Tjahjono. (AV)
